Trauma sering meninggalkan rasa tidak aman, bersalah, dan perasaan sendirian. Banyak orang berharap pemulihan datang dari luar, yakni berharap agar orang lain membuatnya berubah, dari situasi yang membaik, atau dari waktu yang berlalu. Namun dalam psikologi trauma, ada satu prinsip penting, “Orang pertama yang bisa memberi apa yang kamu butuhkan adalah dirimu sendiri.”
Bukan karena kamu harus kuat sendirian, tapi karena pemulihan membutuhkan rasa aman yang dibangun dari dalam.
1. Trauma Mengganggu Rasa Aman, Bukan Sekadar Ingatan
Trauma tidak hanya hidup di ingatan, tapi juga di:
Respons tubuh
Pola pikir bertahan
Cara menilai diri sendiri
Itulah sebabnya penyembuhan bukan tentang “melupakan”, melainkan menciptakan kembali rasa aman. Rasa aman itu mulai tumbuh saat kamu berhenti menyakiti diri sendiri, baik lewat pikiran, tuntutan, maupun pengabaian kebutuhan.
2. Kamu Tidak Perlu Menunggu Siapa Pun untuk Mulai Pulih
Menunggu orang lain berubah sering membuat penyintas trauma kembali merasa tidak berdaya. Dalam psikologi, mengambil peran aktif pada pemulihan disebut restoring agency, atau bisa juga berarti mengembalikan kendali pada diri sendiri.
Mulai pulih bisa sesederhana bertanya:
“Apa yang aku butuhkan hari ini?”
“Apa yang bisa membuatku merasa sedikit lebih aman?”
Langkah kecil ini adalah bentuk keberanian.
3. Kasih Sayang pada Diri Menenangkan Sistem Saraf
Self-compassion sering disalahartikan sebagai memanjakan diri. Padahal secara psikologis, kasih sayang pada diri:
Menurunkan respons stres
Menenangkan sistem saraf
Mengurangi rasa malu dan bersalah
Berbicara lembut pada diri, memberi jeda saat lelah, dan tidak memaksa “cepat sembuh” adalah bagian penting dari pemulihan trauma.
💬 Jika kamu sedang berproses pulih dari trauma dan ingin ditemani secara aman dan profesional, psikolog di Psikologi.co.id siap mendampingi dengan pendekatan yang empatik dan sesuai ritmemu. Kamu tidak harus menjalani ini sendirian.
4. Menjadi Orang Pertama yang Hadir untuk Diri Sendiri
Banyak penyintas trauma terbiasa mengutamakan orang lain dan mengabaikan diri. Pemulihan sering dimulai saat kamu berani:
Mengakui kelelahan
Menghormati batas diri
Memberi diri apa yang dulu tidak kamu dapatkan
Dalam psikologi, ini dikenal sebagai re-parenting emosional, artinya merawat diri dengan cara yang seharusnya kita terima sejak awal.
5. Pulih Itu Proses, Bukan Target
Pemulihan trauma tidak berjalan lurus. Ada hari kamu merasa baik, lalu kembali rapuh. Dan itu wajar.
Pulih bukan tentang menjadi kebal, melainkan mampu menemani diri sendiri saat luka muncul, tanpa menyalahkan diri sendiri atas kesalahan di masa lalu, tanpa memaksa untuk segera sembuh.
Jika kamu ingin ruang aman untuk menumbuhkan kasih itu, Psikologi.co.id hadir untuk menemani prosesmu.




